Baca Dulu!

Membaca adalah kegiatan memahami arti tulisan. Membaca buku merupakan salah satu metode untuk mengetahui pandangan orang lain. Membaca buku biografi seperti Albert Einstein, Marie Curie, ataupun kisah Thomas Alva Edison akan membantu untuk termotivasi akan kesuksesan. Kisah-kisah mereka mengajarkan kita untuk melihat setiap hambatan sebagai tantangan.

Sebuah contoh teladan dapat dilihat dari Martinus J.G. Veltman, seorang peraih Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1999 untuk temuannya, partikel elementer. Ia terdorong untuk belajar fisika setelah membaca buku The Meaning of Relativity karangan Einstein. Membaca memang dapat menimbulkan inspirasi.

Untuk jadi orang yang hobi membaca membaca, setidaknya kamu harus membaca berbagai macam buku. Ada berbagai macam buku yang perlu dibaca jika kamu ingin menambah pengetahuan, yakni buku yang berkaitan tentang biografi orang sukses yang patut menjadi teladan, buku motivasi (seperti Chicken Soup karangan John Canfield, Tujuh Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif karangan Stephen R. Covey, dan lain-lain), serta buku yang berkaitan dengan teknik atau cara melakukan sesuatu.

Pentingnya kegiatan membaca sampai saat ini masih belum disadari oleh sebagian besar remaja di Indonesia. Sebagai perbandingan, di Jepang rata-rata 4 buku dibaca oleh 1 orang. Sedangkan di negara kita Indonesia, 1 buku untuk 10 orang. Hal ini memang bisa dimaklumi bila melihat harga buku di negara “sakura” tersebut memang lebih murah karena jumlah produksi dari penerbit luar biasa besar untuk mengimbangi jumlah pembaca yang demikian banyaknya. Sedangkan di Indonesia, faktor pajak dari pemerintah menyebabkan harga buku lebih tinggi. Akibatnya, banyak orang yang membajak buku.

Prof. Dr. Haryati Soebadio (kala itu menjabat sebagai Dirjen Kebudayaan RI) menyatakan hasil survey UNESCO mencatat bahwa Indonesia berada di peringkat juru kunci dalam penerbitan buku di dunia. Para pengamat sosial dan budaya menilai bahwa hal itu memang karena tradisi lisan masih lebih besar pengaruhnya di kalangan masyarakat kita. Prof. Dr. Winarno Surachmad juga menambahkan bahwa bangsa Indonesia termasuk malas membaca dan membeli buku.

Hikmahnya, kita harus berusaha meningkatkan minat baca. Tingkatkan kebiasaan baik untuk berkunjung dan membaca buku di perpustakaan, bila perlu menjadi anggota di perpustakaan. Kamu bisa membaca berbagai sumber seperti buku, jurnal, laporan penelitian, surat kabar, majalah, buletin ataupun newsletter. Cara ini disarankan jika kita tidak mampu menyediakan anggaran khusus untuk membeli buku.

Daftar pustaka:
(1) Permata, Nilam. 2010. Tunjukkan Dirimu: 4 Cara Cerdas Remaja Untuk Meningkatkan Eksistensi Diri. Jakarta: Nobel Edumedia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s